Sharing Bisnis Untuk Mendalami Peningkatan Nilai Tambah Rumput Laut

on . Posted in News

Sharing Bisnis Untuk Mendalami Peningkatan Nilai Tambah Rumput Laut

Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK PII) menginformasikan bahwa BKK PII telah berhasil dengan baik menyelenggarakan kegiatan "Sharing Bisnis untuk mendalami Peningkatan Nilai Tambah Rumput Laut" yang dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2014 yang lalu dengan materi yang diperoleh salah satunya dari Direktur Fisheries & Aqua Culture - FAO PBB dan dipresentasikan oleh Ir. Triharyo I. Soesilo, bertempat di Equity Tower lantai 18, SCBD, Jakarta. Acara ini terselenggara atas kerjasama dan prakarsa BKK PII dengan Ir. Triharyo I. Soesilo selaku Presiden Direktur PT Supreme Energy.

Pertemuan dibuka oleh Ir. Nanang Untung, berjalan dengan sukses, tepat waktu, bersifat terbuka dan dihadiri oleh Perusahaan BUMN, Pelaku bisnis di Indonesia, Jurusan teknik kimia dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia, praktisi usaha Rumput Laut dan juga Ahli Kelautan Indonesia dari Kantor Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, termasuk Bapak Ir. Sarwono Kusumaatmadja sebagai salah satu peserta.

 

Sebagai bagian dari hasil pertemuan tersebut, beberapa informasi penting yang dapat kami tarik adalah sebagai berikut:

  1. Binaan Industri pupuk yaitu PT Pupuk Kaltim (PKT) di Bontang, sudah mampu memproduksi 150 ton sekali panen (45 hari).

    Dengan demikian produksi per tahun dapat mencapai sekitar 1.200 ton pertahun. Namun pada saat ini hanya dijual sebagai bahan mentah dengan harga Rp 7.000 sd Rp 8.000 per kg.

    Perkiraan total kemampuan produksi Rumput Laut Indonesia sekitar 10 juta ton/thn.

  2. Industri pupuk Indonesia dan industri LNG di Bontang mulai menyadari, apabila rumput laut diolah dengan teknologi proses, dapat meningkatkan harganya menjadi Rp 150.000 s/d Rp 200.000 per kg,bahkan hingga Rp 8.000.000 per kg untuk high end chemicals.

    Ini merupakan Nilai tambah yang cukup signifikan per tahunnya, bagi sebuah daerah seperti Bontang.

  3. Hadir dalam diskusi tersebut para praktisi dan industriawan rumput laut, yang selama ini menikmati pendapatan dari nilai tambah rumput laut, yang belum diketahui secara luas oleh masyarakat.

    Menurut salah satu praktisi (Ridwan Sogriyadi), China menguasai dunia dengan pengolahan rumput laut. Bahan baku dari Indonesia diolah di China dan kemudian diekspor produk akhirnya ke Indonesia kembali. Menurut beliau diperlukan peranan pendampingan pemerintah agar industri Rumput Laut Indonesia ini menjadi lebih berkembang, khususnya dalam Kebijakan Fiskal.
  4. Para Industriawan pengolah rumput laut Indonesia, untuk pertama kalinya, baru saja membentuk asosiasi industri rumput laut. Teknologi pengolahan rumput launt ini sebenarnya relatif sederhana bagiinsinyur dan industriawan kimia karena hanya berupa proses fisik yaitu pemisahan air menggunakan Decanter & Centrifuge.
  5. Lembaga riset seperti Badan Riset Kelautan di Departemen Kelautan dan beberapa kampus di Indonesia juga sudah meneliti proses dan teknologi untuk peningkatan nilai tambah rumput laut. Hasil-hasil riset sudah banyak yang siap untuk dikembangkan industri. Kunci riset adalah melakukanadjust high end product dengan kebutuhan pasar.

  6. Salah satu contoh riset yang sudah menerobos pasar dunia adalah riset yang berhasil dilakukan oleh Indonesia , yaitu mengubah bungkus aluminium Mie Instan menjadi bungkus yang dapat dimakan/dikonsumsi (edible).

    Namun demikian tantangan selanjutnya adalah bagaimana memenuhi kebutuhan 3,4 milyar bungkus per tahun, dilihat dari dari sisi bahan baku maupun skala industrinya.

Acara Sharing Bisnis ini merupakan salah satu program dari Insinyur Kimia Indonesia yang diwadahi oleh BKK PII untuk dapat menjadi akselerator dalam terjalinnya hubungan baik bagi 3 pihak utama di Indonesia, yaitu; Akademisi, Bisnis dan Government (A-B-G) untuk dapat bersinergi dalam lingkup strategik yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata yang seirama, saling mendukung serta memberikan hasil berupa nilai lebih dalam kemanfaatannya bagi masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

BKK PII senantiasa menginisiasi, berupaya, berkarya, berperan aktif dalam wujud karya nyata dalam bakti bagi kemajuan Industri di Indonesia serta senantiasa berupaya membangun ksejahteraan Indonesia yang lebih baik. (Sekretariat)

Share

Dowload Laporan Kegiatan BKKPII Tahun 2010 s/d 2012 : Laporan Kegiatan BKKPII