Ir. Bobby Gafur Umar, MBA, Ketua Umum PII periode 2012 - 2015

on . Posted in News

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Bakrie & Brothers Tbk, Bobby Gafur Umar, dilantik sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2012 - 2015 dalam Kongres PII ke-XIX 2012. Bobby menggantikan Dr. M. Said Didu.

Usai pelantikan, Bobby mengatakan, penguasaan dan pengembangan teknologi selama ini dinilai mandul. Karena, pembangunan ekonomi yang cenderung pragmatis telah mendorong kalangan industri menempuh jalan pintas.

Pertumbuhan lapangan kerja dan pembangunan, dia menambahkan, selama ini terlalu ditumpukan pada modal dan investasi asing, tanpa agenda pengembangan teknologi yang jelas.

Kondisi itu dinilai akan menyempitkan kesempatan pengembangan dan penguasaan teknologi, sehingga menjadi tantangan bagi para teknokrat Indonesia.

“Ujung-ujungnya, kita hanya menjadi pengguna saja. Kalangan pelaku industri selama ini jadi ikut-ikutan pragmatis dan mengambil jalan pintas,” kata Bobby di Hotel Sultan, Jakarta, dalam keterangan tertulis, Selasa 27 November 2012.

Dia menjelaskan, kalangan pelaku industri cenderung membeli teknologi sebagai barang modal, dan tinggal menggunakannya saja, tanpa melalui proses pengembangan teknologi secara mandiri. “Ini jelas tidak mendukung konsep pemberdayaan dan penguasaan teknologi secara strategis,” tuturnya.

Akhirnya, Bobby menambahkan, Indonesia menjadi negara yang hanya bisa berdagang, dan mulai kurang peduli dengan pertumbuhan industri. “Apalagi industri yang bernilai tambah,” kata dia.

Menurut Bobby, Indonesia sebenarnya memiliki peluang dan kesempatan untuk mengembangkan serta menguasai teknologi, tetapi dalam kenyataannya tidak mampu memanfaatkannya. “Kita pernah menjadi ‘macan ekonomi’ di kawasan Asia Pasifik. Pertumbuhan industri kita ketika itu membuat kagum banyak negara lain,” tegasnya.

Namun, kini, dia menjelaskan, Indonesia justru tidak bisa memanfaatkan momentum itu untuk secara selaras mengembangkan dan menguasai teknologi. “Ini patut disayangkan,” katanya.

Kondisi itu, menurut dia, telah membawa Indonesia hanyut dalam ketergantungan yang semakin dalam. Padahal, Indonesia sudah kian dihadapkan pada berbagai ancaman lain.

Saat ini, menurut Bobby, ketergantungan pada teknologi dari luar untuk mengolah sumber daya yang melimpah, telah berubah menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Ketergantungan terhadap bahan baku impor untuk industri yang telah terbangun, telah menjadi kontraproduktif terhadap upaya membangun kemandirian ekonomi dan keseimbangan anggaran belanja.

Berbagai kebutuhan pangan, energi, air, dan infrastruktur tanpa manajemen teknologi yang berkelanjutan, dia menjelaskan, juga akan dapat menyusutkan sumber daya yang dimiliki.

Untuk itu, ke depan, PII akan secara rutin memberikan kontribusi berupa masukan dan dorongan agar pengetahuan, teknologi, dan keinsinyuran dapat lebih banyak dikuasai serta dimanfaatkan dalam proses pembangunan. “Kongres kali ini juga menghasilkan rekomendasi berupa langkah-langkah yang implementatif bagi penguasaan teknologi ke depan,” ujarnya. (ms)

sumber: bisnis.news.viva.co.id

Share

Dowload Laporan Kegiatan BKKPII Tahun 2010 s/d 2012 : Laporan Kegiatan BKKPII