Asia Tenggara Haus LNG

on . Posted in News

Asia Tenggara akan menjadi pemain signifikan dalam pasar impor gas alam cair (LNG) di Asia. Menurut perusahaan konsultasi Wood Mackenzie pada Rabu, Asia Tenggara akan memberi kontribusi sepertiga dari keseluruhan pertumbuhan permintaan LNG Asia pada 2025.

Perusahaan konsultasi itu memproyeksi permintaan LNG di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura, akan naik sebesar 45 juta ton setahun pada 2025.

India, pasar dengan pertumbuhan cepat di Asia, akan mencatatkan pertumbuhan permintaan LNG sebesar 20 juta ton dalam periode yang sama, demikian prediksi Wood Mackenzie.

“Di India, kita melihat produksi gas domestik terhambat dan diperkirakan membatasi perkembangan pasar gas,” tulis Wood Mackenzie dalam pernyataannya.

Pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara dan tingginya permintaan akan listrik di negara-negara kawasan ini mendorong permintaan LNG di Asia. Pada saat yang sama, pasokan LNG antar negara Asia Tenggara akan semakin berkurang.

Indonesia, yang memiliki cadangan LNG melimpah, akan membatasi ekspor demi mencukupi penguatan permintaan lokal sehingga membuka kesempatan bagi negara lain dengan cadangan LNG yang besar untuk memasuki kawasan ini.

Singapura diperkirakan memulai pembangunan terminal LNG tahun ini. Terminal ini nantinya akan memperbesar pasokan sumber bahan bakar sekaligus menjadi jalur perdagangan LNG Asia.

Pertumbuhan permintaan LNG sedunia selama ini ditentukan sejumlah negara, seperti Korea Selatan, Cina, dan Jepang.

Di Jepang, permintaan cenderung stabil. Konversi ke penggunaan gas alam dari pembangkit nuklir sebagai sumber listrik telah diimplementasikan secara luas. Data pemerintah pada Rabu memperlihatkan impor LNG Jepang tampaknya sudah mencapai puncaknya. Terlebih saat terminal penerimaan LNG mereka mulai beroperasi dengan kapasitas penuh.

Permintaan LNG di Cina, Taiwan, dan Koea Selatan diperkirakan tetap kuat. Goldman Sachs melihat pertumbuhan permintaan LNG Cina “cenderung agresif”, meski perkembangan inovasi gas serpih dapat mengurangi kebutuhan akan impor LNG.

Pertumbuhan permintaan LNG dunia dalam 10 tahun mendatang, yang sebagian besar disokong Asia, diperkirakan memperketat pasar spot LNG. Dalam catatan terpisah, Goldman Sachs juga memprediksi Asia akan mengakomodasi sejumlah proyek ekspor besar LNG yang ditawarkan di Amerika Utara.

Sumber: http://indo.wsj.com

Share

Dowload Laporan Kegiatan BKKPII Tahun 2010 s/d 2012 : Laporan Kegiatan BKKPII