Buka Puasa dan Diskusi Panel “Sumber Daya Alam untuk Kesejahteraan Bangsa” The Sultan Hotel Jakarta, 24 Juli 2013

on . Posted in News

Badan kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyelenggarakan buka puasa pada hari Rabu, 24 Juli 2013 di Hotel Sultan, Jakarta. Acara buka puasa dirangkai dengan acara Diskusi Panel dengan mengangkat tema “Sumber Daya Alam untuk Kesejahteraan Bangsa”, dengan nara sumber Dr. Luky Alfirman, ST, MA – Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Dr. Tatang Hernas Soerawidjaja – Prodi Teknik Kimia ITB, Sumantri Widagdo, Ph.D – Staf Ahli Dirjen BIM, Kementerian Perindustrian, dan Ir. Rauf Purnama – Ketua Bidang Kimia KADIN INDONESIA.

Dr. Luky Alfirman, ST, MA dalam paparannya yang mengangkat tema “Mencegah Middle Income Trap dengan Memanfaatkan SDA yang Lebih Strategis” mengungkapkan bahwa Pasca krisis ekonomi Asia di akhir 90‐an, Perekonomian Indonesia terus tumbuh dengan solid, dan saat ini Indonesia masuk dalam kategori (Lower) Middle Income Country. Indonesia memiliki modal besar untuk terus mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat, antara lain: fundamental ekonomi yang baik, SDA yang melimpah dan SDM usia produktif (demographic dividend). Dalam rangka pendayagunaan SDA yang lebih strategis, dapat dilakukan antara lain melalui pengembangan energi alternatif yang lebih sustainable, industri hilir, serta peningkatan teknologi dan inovasi untuk mendukung perekonomian yang lebih bernilai tambah (menghasilkan sumber penerimaan perpajakan baru, mengurangi beban subsidi BBM, meningkatkan investasi, dan menciptakan lapangan pekerjaan).
Sedangkan Tatang H. Soerawidjaja dalam paparannya yang mengangkat tema “Kekayaan Alam, Sumber Daya, dan Kutukan Sumber Daya” menyatakan bahwa negeri kita berkekayaan-alam amat melimpah, tetapi sumber daya alamnya tidak/belum banyak, karena amat kurangnya sumber daya insani dan budi pekerti. Kita perlu menyadari bahwa bangsa kita sebenarnya terlanda kutukan sumber daya (resource curse). Negara yang dianugerahi kekayaan alam hebat seringkali tak mampu mendayagunakan keberlimpahan itu untuk menjadikannya negara bangsa yang adidaya dan makmur-sejahtera. Pembangunan dan kemajuannya malah tertinggal. Ilmuwan-ilmuwan pengetahuan alam dan insinyur-insinyur (termasuk ilmuwan dan insinyur kimia) juga telah turut berdosa dalam ‘mengundang’ kutukan sumber daya dan, karena itulah harus berkontribusi pada upaya peredaannya!

Ir. Rauf Purnama dalam paparannya yang mengangkat tema “SDA untuk Kemakmuran dan Kesejahteraan” mengungkapkan bahwa Konstitusi telah menganamatkan bahwa Sumber Daya Alam dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, dan satu-satunya jalan adalah dengan meningkatkan nilai tambah SDA melalui industri. Industri adalah kumpulan organisasi produktif yang menghasilkan atau memasok barang/jasa. Industri dikelompokkan atas tiga kategori yaitu (1) Industri Primer yaitu industri yang berkaitan dengan eksploitasi SDA. Contoh: pertambangan, pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan dll. Industri sekunder sebagai industri yang mengolah SDA menjadi consumer goods. (2) Industri Sekunder dikelompokkan atas industri hulu, industri antara, industri hilir. (3) Industri Tersier yaitu industri jasa.

Share

Dowload Laporan Kegiatan BKKPII Tahun 2010 s/d 2012 : Laporan Kegiatan BKKPII