Forum Diskusi : Membangun Negara Industri Berwawasan Lingkungan JW Marriott Hotel Jakarta, 23 Oktober 2013

on . Posted in News

Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK-PII) pada tanggal 23 Oktober 2013, bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan  Hidup Republik Indonesia, menyelenggakan forum diskusi ilmiah dengan tema ; “Membangun Negara Industri Berwawasan Lingkungan”. Diskusi tersebut dilaksanakan di JW Marriott Hotel, Jakarta yang dihadiri 50 orang peserta yang berasal dari berbagai perusahaan dan perguruan tinggi serta dari kementerian Lingkungan Hidup disamping para pengurus BKK-PII yang juga hadir pada acara tersebut.

Ir. Nanang Untung selaku Ketua Umum BKK-PII menutup acara diskusi secara resmi, disamping beliau  dalam kapasitas sebagai President Director PT Badak LNG juga menyampaikan paparannya dengan topik; “Menciptakan Nilai Bersama Melalui Green Industry”, yang disampaikan sebagai pembicara terakhir.

Dalam paparannya Nanang Untung menyampaikan pencapaian PT Badak LNG dibidang pelestarian lingkungan hidup. Ada 3 pencapaian yang disampaikan yaitu ; (1); pencapaian dalam program PROPER, yaitu Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan yang bertujuan untuk untuk mendorong peningkatan kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan melalui penyebaran informasi kinerja penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. (2); pencapaian Inovasi Green Industry, dan (3); Tantangan Industri terkait reuse, reduse, dan recycle.

Forum Diskusi : Membangun Negara Industri Berwawasan Lingkungan JW Marriott Hotel Jakarta, 23 Oktober 2013
Dalam program PROPER, PT Badak LNG berhasil meraih beberapa  Proper Award dari tahun 2007 -2013. Hal itu diraih karena PT Badak LNG telah berhasil menerapkan antara lain Community Development (Comdev) berbasis lingkungan, menciptakan nilai bersama melalui tiga keunggulan yakni CSV, CSR dan Comdev, dan menciptakan PT Badak LNG “Green” , dimana berhasil memperkecil limbah industri dari hasil mengolah limbah terbesar ke 4 di dunia.

Dalam bidang inovasi green industry Ir. Nanang Untung  menyampaikan dalam paparannya bahwa PT Badak telah berhasil melakukan konservasi mangrove sebagai zat pewarna alami dengan bekerjasama dengan teknik kimia universitas sebelas maret, program pengolahan limbah plastik, pilot projek penggunaan RO-EDI pada water treatment yang bekerjasama dengan Prof. I Gede Wenten (Teknik Kimia ITB), dan Uji coba pembuatan Bataco dari Sludge & Charcoal pada tahun 2009 yang bekerjasama dengan Universitas Mulawarman.

Ir. Hermien Roosita, MM, Sekretaris Menteri - Kementerian Lingkungan Hidup dalam sambutannya yang berjudul ; “Green Economy: Resource Efficiency”, menyoroti  tentang kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan dengan pemanfaatan sumberdaya alam yang efisien.

Pengertian dari Green Economy adalah sebuah rezim ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, yang sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan. Green Economy juga berarti perekonomian yang rendah karbon atau tidak menghasilkan emisi dan polusi lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial. Sedangkan Green Economy ekologis merupakan sebuah model pembangunan ekonomi yang berlandaskan Pembangunan Berkelanjutan dan pengetahuan ekonomi ekologis.

Forum Diskusi : Membangun Negara Industri Berwawasan Lingkungan JW Marriott Hotel Jakarta, 23 Oktober 2013
Pembicara lain dari kementerian Lingkungan Hidup Ir, Sulistyowati, MM-Asisten Deputi Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Bergerak menyampaikan paparan berjudul ; Co-benefit Pengendalian Pencemaran Udara dan Emisi Rumah Kaca.  Paparan ini menyoroti tentang pencemaran udara  yang berasal dari emisi rumah kaca, dimana percepatan urbanisasi, industrialisasi, transportasi dan land clearing berdampak pada pencemaran udara kronis dan masalah emisi rumah kaca (Green House Gas).

Dari paparannya  Ir, Sulistyowati, MM  menyimpulkan ; (1) Analisa yang mempertimbangkan antara Cost-benefit Analysis dan Cost-effectiveness menunjukkan bahwa Pengembangan Angkutan Umum adalah opsi terbaik karena memiliki manfaat ekonomi tertinggi (economic gain dan fuel saving) dan biaya termurah dalam penurunan emisi per juta ton. (2) Scrapping kendaraan tua menghasilkan manfaat ekonomi dan penghematan subsidi BBM terbesar, disusul oleh kebijakan Efisiensi BBM dan Pengembangan Angkutan Umum. (3) Dari 9 opsi kebijakan menunjukkan bahwa biaya termurah dalam penurunan emisi adalah Pengembangan Angkutan Umum diikuti oleh Konversi BBG and Teknologi Hybrid.

Ir Achmad Gunawan Widjaksono, MAS – Asisten Deputi Pengelolaan Limbah B3 dan Pemulihan Kontaminasi Limbah B3 menyampaikan paparan berjudul ; Optimalisasi Pengelolaan Lingkungan. Secara umum paparan ini menjelaskan bagaimana mengelola limbah berbahaya dan beracun (limbah B3) untuk menghindari atau mengurangi pencemarannya.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan daur ulang (recycle) terhadap limbah yang dapat dimanfaatkan kembali dan mengupayakan mengurangi  produksi  limbah yang tidak terpakai sebanyak mungkin.

Diakhir diskusi  BKK-PII dan Kementerian Lingkungan Hidup sepakat bahwa  kegiatan ini akan menjadi program tetap kerjasama KLH dan BKKPII menjadi agenda 2 bulanan kegiatan bersama.

Share

Dowload Laporan Kegiatan BKKPII Tahun 2010 s/d 2012 : Laporan Kegiatan BKKPII