Sambutan Ketua Umum BKK PII Periode 2010-2014, Pada Konvensi Insinyur Kimia Indonesia

on . Posted in News

Yang saya cintai, para insinyur Indonesia

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi kita semua

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan nikmat, rahmat  serta karunia-Nya yang diberikan kepada kita sekalian, khususnya nikmat sehat, nikmat panjang umur, dan nikmat waktu yang bermanfaat.Alhamdulillah pada hari ini kita dapat berkumpul untuk melaksanakan rangkaian Konvensi BKK PII tahun 2014 yang akan dilaksanakan selama 2 hari penuh dengan Thema Terobosan Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk meningkatkan Ketahanan Energi dan Pangan serta Pengembangan Industri.

Ketua Umum BKK PII Periode 2010-2014 Memberikan Sambutan pada Pembukaan Konvensi Insinyur Kimia Indonesia 2014BKK PII telah berdiri sejak 24 tahun yang lalu, atau tepatnya pada tanggal 23 Mei 1980, sebagai suatu wadah tempat berhimpunnya para insinyur berdasarkan kesamaan disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi Kimia. Menjadi organisasi profesi keinsinyuran secara nasional yang memiliki kesetaraan dan diakui internasional bagi anggotanya, profesionalisme korsa Insinyur Indonesia, meningkatkan jiwa serta semangat persatuan nasional dalam mendarma baktikan kompetensinya kepada kepentingan bangsa dan negara melalui peningkatan nilai tambah, peduli kepada lingkungan dan masalah sosial disekitar dimanapun Insinyur Kimia berada, dan yang tak kalah penting adalah Mendorong profesionalisme dalam penguasaan, pengembangan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan umat manusia pada umumnya dan khususnya rakyat Indonesia.

Selama 2 hari kedepan, Rangkaian Konvensi BKK PII akan diisi dengan beberapa kegiatan, yaitu Seminar Konvensi Insinyur kimia, ada 2 topik dan satu Diskusi Panel.

- Seminar Konvensi Insinyur Kimia topik pertama adalah “Peran Kunci Bahan Bakar Nabati (BBN) didalam Mewujudkan Ketahanan Energi Nasional” yang materinya akan dibawakan oleh Dr.Ir Tatang Hernas  Soerawidjaja.

Biofuel sebagai salah satu potensi energi indonesia pada saat ini masih belum digalakkan. Dalam bauran energy nasional atau energy mix yang dicanangkan pemerintah untuk dicapai pada tahun 2025 Biofuel diharapkan akan mencapai tidak kurang dari 5% total supply energi nasional. oleh karena itu, pengurus BKK PII merasa penting dan urgent untuk mengangkat thema Biofuel, sebagai salah satu andalan energi masa depan Indonesia. Indonesia adalah negara agraris, memiliki 4 musim, selain keberagaman terhadap pakan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, maka dengan sendirinya Indonesia juga memiliki keberagaman sumber daya nabati untuk diolah sebagai Bahan Bakar Nabati dalam kaitannya meningkatkan ketahanan Energi nasional.

- Selanjutnya...Konvensi Insinyur Kimia topik kedua yaitu “Perubahan Tata Kelola Gas Bumi untuk Memaksimalkan Pemanfaatan Dalam Negeri”yang materinya akan dibawakan oleh Ir. Yoga P Suprapto, IPM.

Pada saat ini, dikala Bahan Bakar yang berbasiskan minyak bumi mengalami tantangan hebat dalam aspek penyediaan dan juga harga yang cenderung meningkat, Indonesia masih memiliki cadangan hidrokarbon lainnya yang belum terutilisasi dengan baik yaitu Gas Bumi. Berdasarkan catatan dari ESDM, pemanfaatan gas bumi nasional rata-rata pada tahun 2013 adalah sekitar 3400 miliar BTU perhari, atau sekitar 45% produksi nasional. sedangkan cadangan gas bumi nasional diperkirakan masih bertahan hingga lebih dari 30 tahun kedepan. Dalam bauran energi nasional atau energy mix yang dicanangkan pemerintah untuk dicapai pada tahun 2025, gas bumi direncanakan memenuhi 30% total supply energi untuk kebutuhan nasional.

Sebagai salah satu sumber energi yang sedang booming, baik nasional maupun internasional, perlu kiranya diperhatikan tatakelola yang baik dan benar, memperhatikan kepentingan nasional, baik sebagai sumber energi, maupun sebagai salah satu bahan baku industri proses seperti pupuk, petrokimia dan lain sebagainya. Dilain sisi, infrastruktur dan kemampuan teknikal dalam pelaksanaan pengelolaan gas bumi juga menjadi semakin penting. pada saat inilah peran insinyur kimia sangat diperlukan, ditantang untuk berkiprah, memiliki mawas diri, sikap profesional, dan memiliki sikap bijaksana mengingat Gas Bumi merupakan salah satu energi tak terbarukan, jangan sampai Gas Bumi yang sudah diproduksi nantinya akan hanya berakhir dengan flaring, namun dapat termanfaatkan dengan baik untuk mengkreasi nilai tambah bagi kesejahteraan bersama.

Berikutnya pada tanggal 13 Februari akan dilaksanakan  Diskusi Panel Enhanced Oil Recovery atau EOR yang bekerja sama dengan IATMI. Sebelumnya, Diskusi Panel EOR ini sudah sebanyak 2 kali, yaitu pada tahun 2010 dan 2011. beberapa point penting dari Diskusi EOR sebelumya adalah pentingnya koordinasi yang baik dengan Industri Kimia sebagai salah satu penyedia chemical yang dibutuhkan, peran penting pemerintah dalam kebijakan yang berpihak kepada kepentingan nasional baik dari sisi tata kelola maupun aplikasi dan hasil produksi, serta urgensi penghargaan dan keberpihakan terhadap inovasi anak bangsa. Ke depannya, melalui diskusi panel EOR ketiga tersebut, disaat kondisi harga minyak mentah internasional yang telah mencapai lebih dari 80 USD/barel, maka dipastikan adanya ruang untuk aplikasi EOR untuk meningkatkan lifting minyak bumi nasional, dalam kerangka bagian ketahanan energi nasional.

BKK PII dalam kepengurusan periode tahun 2010-2014 memiliki 12 komunitas, dari hulu hingga hilir, pangan, air, farmasi, engineering dan lain sebagainya termasuk teknologi Alutsista. Dalam Konvensi tahun 2014 ini, beberapa dari Komunitas tersebut berkesempatan untuk mengisi Topik Seminar Insinyur Kimia dan Diskusi Panel, sedangkan untuk komunitas lainnya telah, masih dan akan terus kami laksanakan secara bergulir dalam acara-acara selanjutnya dengan topik-topik yang relevan.

Topik Seminar Insinyur Kimia dan Diskusi Panel dalam Konvensi Insinyur Kimia kali ini kami upayakan untuk dapat selaras dengan issue yang terus memanas dan berkembang di masyarakat saat ini, termasuk merupakan tantangan yang masih terus dihadapi oleh bangsa ini, yaitu Ketahanan Energi Nasional.  Harapan kami, Konvensi Insinyur Kimia 2014 kali ini dapat menjadi driving force untuk penyelesaian yang baik dan bijaksana dengan tetap mengedepankan kebersamaan dalam cermin kebangsaan dan bernegara, termasuk didalamnya adalah mendukung Catur Darma Energi  yang dicanangkan oleh Kementrian ESDM pada akhir tahun 2013 lalu.

Selain itu, BKK PII juga senantiasa berupaya menjadikan Universitas di Indonesia menjadi rumah dari suatu pengembangan industri yang bersifat unik dan khas atau asli Indonesia, menjadikan percontohan dan role model dalam bahagian Tridarma Perguruan Tinggi, beberapa diantaranya adalah Aplikasi Membran untuk Pengelolaan Air yang bekerjasama dengan kampus ITB dan Pengembangan Zat Warna Alami dari tanaman mangrove bersama kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta.

BKK-PII senantiasa berupaya untuk mewadahi, menjaga keseimbangan, dan meng-akselerasi 3 fungsi besar di negara ini, yaitu yang kami sebut sebagai A-B-G, Akademisi, Bisnis dan Government atau Pemerintah. kami percaya, dengan kerjasama ABG yang handal, maka bangsa ini akan senantiasa Kuat.

BKK PII hadir sebagai bagian dari PII untuk mendukung kemajuan bangsa Indonesia, mewujudkan masyarakat madani. Oleh karena itu, dalam rangkaian Konvensi, BKK PII juga akan meluncurkan seri buku "Jejak Karya Anak Negeri" edisi Ir. RIJ Soetopo sebagai salah satu pelaku dalam tumbuh kembangnya industri kimia  di Indonesia. Buku ini merupakan buku kedua, yang sebelumnya adalah "Jejak Karya Anak Negeri" edisi Ir. Kotan Pasaman, IPU dan masih banyak edisi lainnya yang akan kami sampaikan nantinya. Harapannya, melalui peluncuran buku Jejak Karya Anak Negeri ini, maka pengetahuan dan kekayaan pengalaman hidup atau credential sebagai insinyur Indonesia dapat dikristalisasi, direkam menjadi suatu pengetahuan yang diwariskan bagi para Insinyur Indonesia dikemudian hari, warisan bagi Insinyur Juara dikemudian hari.

Masih dalam rangkaian Konvensi Insinyur Kimia tahun 2014 ini, juga akan memberikan penghargaan bagi para Insinyur Indonesia dan Perusahaan Indonesia yang dalam kiprahnya secara nyata mendukung dan selaras dengan cita-cita menjadikan Insinyur Indonesia menjadi tuan rumah di negerinya sendiri serta  berperan aktif dalam pembangunan Industri proses di Indonesia.

Perkenankan saya berbagi mimpi, melihat dan menyaksikan Indonesia menjadi salah satu negara besar ditahun mendatang, dimana Insinyur Indonesia mendapat tempat layak dalam masa Indonesia membangun, Indonesia dapat menjadi salah satu dari 7 negara paling berpengaruh di dunia. Untuk itu, tantangan pasti dan masih akan terus ada, dengan tantangan tersebut kita akan menjadi lebih dewasa, tantangan tersebut akan dapat teratasi hanya ketika kita memiliki Visi dan Misi membangun Negeri yang jelas, insya Allah saya percaya bahwa Insinyur Indonesia akan memiliki posisi penting untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, menjadikan negeri yang kita cintai ini menjadi negara besar yang makmur, memiliki kesejahteraan sosial yang nyata, serta menjadi bangsa yang senantiasa tangguh dalam menyelesaikan tiap tantangan dan tetap berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Akhirul kata,

lebih dan kurangnya dalam penyelenggaraan konvensi ini saya memohon maaf, tiada gading yang tak retak. Harapan besar menyertai konvensi ini, semoga Konvensi Insinyur Kimia tahun 2014 ini dapat bermanfaat bagi para Insinyur Indonesia secara umum dan Insinyur Kimia Indonesia pada khususnya, sekaligus menjadi salah satu pendobrag kebangkitan nasional mewujudkan Indonesia yang senantiasa lebih baik...bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

 

Selamat mengikuti konvensi Insinyur Kimia tahun 2014.

wabillahi taufiq walhidayah,

wassalamualaikum wrwb.

Share

Dowload Laporan Kegiatan BKKPII Tahun 2010 s/d 2012 : Laporan Kegiatan BKKPII