Pemerintah dan DPR Sepakat Pengelolaan PT Inalum Ditangani Kementerian BUMN

on . Posted in News

Pemerintah dan Komisi VI DPR RI telah menyepakati pengelolaan PT Inalum di bawah pembinaan Kementerian BUMN pascapengambilalihan 58,87 persen saham perusahaan tersebut sebelum 1 November 2013 sesuai Peraturan Perundang-undangan. Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat kepada wartawan seusai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa – 22 Oktober 2013. Raker yang dipimpin oleh Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto, dihadiri Menteri BUMN Dahlan Iskan, Kepala Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Mardiasmo, dan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Kebijakan Industri Nasional

on . Posted in News

Visi pembangunan Industri Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional adalah Indonesia menjadi Negara Industri Tangguh pada tahun 2025, dengan visi antara pada tahun 2020 sebagai Negara Industri Maju Baru, karena sesuai dengan Deklarasi Bogor tahun 1995  antar para kepala Negara APEC pada tahun tersebut liberalisasi di negara-negara APEC sudah harus terwujud.

Sebagai negara industri maju baru, sektor industri Indonesia harus mampu memenuhi beberapa kriteria dasar antara lain: 1) Memiliki peranan dan kontribusi tinggi bagi perekonomian Nasional, 2) IKM memiliki kemampuan yang seimbang dengan Industri Besar, 3) Memiliki struktur industri yang kuat (Pohon Industri lengkap dan dalam), 4) Teknologi maju telah menjadi ujung tombak pengembangan dan penciptaan pasar, 5) Telah memiliki jasa industri yang tangguh yang menjadi penunjang daya saing internasional industri, dan 6) Telah memiliki daya saing yang mampu menghadapi liberalisasi penuh dengan negara-negara APEC. Diharapkan tahun 2020 kontribusi industri non-migas terhadap PDB telah mampu mencapai 30%, dimana kontribusi industri kecil (IK) ditambah industri menengah (IM) sama atau mendekati kontribusi industri besar (IB). Selama kurun waktu 2010 s.d 2020 industri harus tumbuh rata-rata 9,43% dengan pertumbuhan IK, IM, dan IB masing-masing minimal sebesar 10,00%, 17,47%, dan 6,34%.

30 Persen Pabrik Tekstil Pakai Mesin Tua

on . Posted in News

Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat mengungkapkan, sekitar 30 persen pabrik tekstil di Indonesia masih menggunakan mesin berusia lebih dari 25 tahun. Karena itu, untuk mendongkrak kualitas dan produktivitas, mesin pada ratusan pabrik tekstil tersebut harus diganti. "Dari sekitar 1.500 pabrik tekstil dan produksi tekstil, 500 pabrik di antaranya membutuhkan mesin baru," ujarnya kemarin.

Revitalisasi mesin pabrik tekstil, menurut Hidayat, sangat strategis untuk mendorong kualitas produk yang dihasilkan. Sayangnya, Indonesia masih mengimpor mesin tekstil dari Cina. "Padahal Cina itu saingan utama kita."

Menteri Hidayat menyebutkan, industri pengolahan non-migas merupakan sektor yang memberi kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto, yakni sebesar 20,74 persen. Adapun struktur industri pengolahan non-migas masih didominasi sektor industri makanan, minuman, dan tembakau sebesar 34,74 persen. Disusul sektor industri alat angkut, mesin, dan peralatan sebesar 28,28 persen serta industri pupuk, kimia, dan barang dari karet 12,51 persen.

Forum Diskusi : Membangun Negara Industri Berwawasan Lingkungan JW Marriott Hotel Jakarta, 23 Oktober 2013

on . Posted in News

Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK-PII) pada tanggal 23 Oktober 2013, bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan  Hidup Republik Indonesia, menyelenggakan forum diskusi ilmiah dengan tema ; “Membangun Negara Industri Berwawasan Lingkungan”. Diskusi tersebut dilaksanakan di JW Marriott Hotel, Jakarta yang dihadiri 50 orang peserta yang berasal dari berbagai perusahaan dan perguruan tinggi serta dari kementerian Lingkungan Hidup disamping para pengurus BKK-PII yang juga hadir pada acara tersebut.

Dowload Laporan Kegiatan BKKPII Tahun 2010 s/d 2012 : Laporan Kegiatan BKKPII